Puisi Untukmu

Januari, bulan perkenalan kita,
Terjalin satu perhubungan,
Antara kau dan aku,
Kau mengisi ruangan waktuku,
Bicaramu menjadi irama hidupku,
Gelak tawamu igauanku.

Kadang hujan ribut membadai kita,
Mungkinkah hanya aku menyayangimu,
Dulu kau pergi seketika,
Membawa rasa di jiwa ini,
Saat kau kembali,
Tiada lagi kasih memekar,
Kini kau pergi,
Meninggalkan luka di sini.

Hitam malam terbentang luas di langit,
Terlihat bintang terang nun di sana,
Bintang menjadi saksi kita.

Tatkala ku lihat bintang,
Kata-katamu terpateri dijiwa,
Andai tiada kegelapan,
Tidak terlihat sinarnya.

Awan berarak ke sana sini,
Awan buatku tersenyum sendiri.

Masihku ingat tentang awan,
Kau bilang, hidup kita ibarat awan,
Mulanya sukar untukku mengerti,
Namun ku cuba untuk fahami jua maksudmu.

Antara laut dan langit, di situ bintang dan awan terlihat,
Realiti dan juga bayangan,
Itu jua antara kita,

Hanya kenangan yang tercipta.